Beijing Journey 2026
Category : Uncategorized
国
Beijing to Rural Shandong
🇨🇳China
🌏ASEAN
🇮🇩Indonesia
🇧🇳Brunei
🇰🇭Kamboja
🇱🇦Laos
🇲🇾Malaysia
🇲🇲Myanmar
🇵🇭Filipina
🇸🇬Singapura
🇹🇭Thailand
🇹🇱Timor-Leste
🇻🇳VietnamSebuah rumah awal untuk perjalanan — dari gerbang Beijing, jejak sejarah Tiananmen dan Kota Terlarang, hingga ladang, desa, industri, dan wajah pembangunan pedesaan di Shandong.
Satu perjalanan, banyak wajah Tiongkok.
Rute program bergerak dari Beijing menuju Dezhou dan beberapa wilayah Shandong, lalu kembali ke Beijing untuk menutup perjalanan.
Kampus · institusi · sejarah · teknologi
Gerbang menuju ekspedisi Shandong
Pertanian · desa · pangan · budaya
Industri · susu · taman · perjalanan pulang
Kota pertama yang menyambut. Kota terakhir yang dilepas.
Di antara masa lalu dan masa depan.
Perjalanan dimulai dengan enam sesi kelas daring sebelum keberangkatan, lalu berlanjut ke Beijing: Universitas Normal Ibu Kota, perkuliahan, kunjungan kementerian, pusat bahasa, hingga industri cerdas.
Beijing menjadi panggung pertama untuk memahami Tiongkok melalui pendidikan, kebijakan, kerja sama ASEAN, ekonomi hijau, AI+, dan teknologi.
Di sinilah perjalanan mulai terasa bukan sekadar kunjungan, tetapi pengalaman melihat dua babak sejarah yang sengaja dibiarkan bertemu.
Tiananmen.
Kota Terlarang.
Pagi 16 Agustus membawa rombongan menuju kawasan Tiananmen dan Kota Terlarang. Cahaya pagi jatuh di genteng kuning, gerbang merah, halaman batu, dan lorong-lorong istana.
Dari kompleks istana, perjalanan dilanjutkan ke Bukit Jingshan untuk melihat atap-atap kuning terbentang di bawah, dengan Beijing modern berkilau di kejauhan.
Sejarah di sini bukan hanya sesuatu yang dibaca. Ia menjadi ruang yang dilewati dengan kaki sendiri.
Meridian Gate · Hall of Supreme Harmony · Jingshan
Kereta cepat meninggalkan Beijing.
G811 dari Beijing Selatan membawa perjalanan memasuki babak yang berbeda: tiga hari, enam kota dan kabupaten, dan dunia yang lebih dekat dengan ladang, desa, pabrik, serta kehidupan sehari-hari.
Gerbang Shandong
Pusat Transformasi Inovasi Beijing–Tianjin–Hebei, Universitas Dezhou, Pusat Riset ASEAN Shandong, museum tekstil, riset pangan, dan pertemuan dengan pejabat kota.
Dari teknologi pertanian ke desa
Pusat Inovasi Sains Pertanian Modern Mintian Nonggu, pabrik pangan Dezhou Wugu Shishi, Desa Wangshiying, Museum Ukiran Kayu, Museum Bumbu Yang'an Town, dan Kota Film & Televisi Leling.
Industri, susu, lalu pulang
Yuwang Group, Bailong Chuangyuan Corporation, Tianrun Dairy, Hualin Garden, Museum Bumi, kemudian G804 dari Jinan Barat kembali menuju Beijing.
Desa bukan latar belakang.
Di Shandong, rural terlihat sebagai ruang hidup yang sedang berubah — melalui jalan, rumah, pertanian, teknologi, pengolahan pangan, dan akses pasar.
Jalan & Rumah
Di Desa Wangshiying, jalan yang dahulu berupa tanah becek kini sudah disemen dan rumah-rumah direnovasi satu per satu.
Ladang & Teknologi
Pusat inovasi pertanian memperlihatkan pertemuan antara teknologi, data tanaman, bibit, dan praktik pertanian modern.
Akses Pasar
Warga desa menceritakan bahwa hasil panen kini dapat dijual langsung tanpa harus melewati banyak perantara seperti sebelumnya.
Hasil rural yang dibawa pulang.
Bukan sekadar foto dari desa. Yang terlihat adalah rangkaian perubahan yang menghubungkan infrastruktur, manusia, produksi, teknologi, dan pasar.
Perubahan dari jalan tanah menuju jalan yang disemen menjadi bagian nyata dari transformasi desa.
Renovasi rumah dilakukan bertahap, memperlihatkan peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Teknologi dan pusat inovasi menjadi penghubung antara pengetahuan pertanian dan produktivitas.
Penjualan hasil panen secara lebih langsung mengurangi ketergantungan pada banyak perantara.
Ladang, pengolahan pangan, perusahaan, riset, dan rantai produksi hadir dalam satu perjalanan.
↓
Dezhou
↓
Ningjin · Leling
↓
Yucheng · Qihe
↓
Jinan
FROM CAPITAL TO COUNTRYSIDE
Badaling · 23 Agustus 2026
Tembok Besar, napas terakhir sebelum pulang.
Setelah tiga hari di Shandong, perjalanan kembali ke Beijing dan memasuki minggu terakhir. Badaling menjadi salah satu penutup yang paling kuat secara visual: tanjakan, menara pengawas, dan tembok yang mengikuti punggung bukit sejauh mata memandang.
Sore harinya, suasana bergeser lagi menuju Taman Olimpiade dan Museum Olimpiade — mempertemukan Beijing kuno dengan Beijing futuristis dalam satu hari.
Pulang dengan
cerita yang berbeda.
Dari suara guru Mandarin yang patah-patah di layar laptop, menuju Tiananmen, Kota Terlarang, pabrik berisi lengan robot, ladang Shandong, desa Wangshiying, hingga Tembok Besar Badaling.
Perjalanan ini dimulai dari Beijing — tetapi maknanya tumbuh ketika melihat lebih dekat kehidupan di luar pusat kota.