Empat tahun lalu, saya diberi kesempatan untuk berbagi pandangan dalam Dialog Publik Kominfo mengenai kesiapan sekolah dan orang tua menghadapi Pertemuan Tatap Muka Terbatas di masa pandemi. Sebuah momen yang kini terasa sangat berharga.
Alhamdulillah, Allah masih memberikan umur panjang dan kesehatan hingga hari ini. Dokumentasi ini menjadi pengingat kuat tentang bagaimana dunia pendidikan kita pernah benar-benar terpukul oleh Covid-19. Sekolah tutup, ruang kelas sepi, dan jutaan anak terpaksa belajar dari rumah. Namun justru dalam kondisi paling sulit itu, muncul semangat juang luar biasa dari semua pihak, mulai dariguru, orang tua, pemerintah, komunitas, hingga para pegiat literasi digital.
Dalam dialog publik tersebut, para narasumber membahas tantangan besar pendidikan di masa pandemi. Dimana semua pihak masuk ke dalam ruang digitalisasi secara mendadak dan instan walau kesiapan sekolah, keterbatasan sarana, hingga ketimpangan akses didapati. Tapi di saat yang sama, banyak harapan muncul. Data yang disampaikan saat itu menunjukkan bahwa literasi digital guru meningkat pesat, inovasi pendidikan tumbuh, dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat.
Tanpa disadari, kita semua ikut berjuang menambal missing link dalam proses belajar anak-anak Indonesia. Kita menjaga agar pendidikan tidak lumpuh sepenuhnya, meski pandemi hadir sebagai ujian yang amat berat.
Semoga ke depan, dunia pendidikan Indonesia semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Dan semoga kenangan empat tahun silam ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering lahir dari masa-masa paling sulit.
Artikel terkait
https://www.krjogja.com/sleman/1242484164/literasi-digital-guru-meningkat-selama-pandemi
