Category Archives: Islam

  • -

Fiqih Thoharoh dan Wudhu

Category : Islam

Fiqih Thoharo dan Wudhu

Sholat adalah amalan ibadah yang pertama kali akan di hisab. Menjalankan ibadah sholat harus dilakukan dengan ilmu. Artinya, kita harus tahu tentang syarat wajib sholat. Setiap muslim yang memenuhi syarat sahnya sholat wajib menjalankan ibadah sholat. Syarat wajib sholat diantaranya:

  • Orang tersebut harus beragama islam.
  • Berakal sehat
  • Dewasa atau sudah baligh
  • Telah mengetahui tentang hukum sholat serta tata cara sholat dengan baik.
  • Bersih ataupun suci dari hadats dan najis.
  • Sadar.

Diantara salah satu syarat sah sholat, point yang ke-lima yaitu tentang bersih dan suci dari hadats dan najis. Caranya dengan Mandi (janabah) dan berwudhu.
Dalam proses bersuci tentunya ada tata cara yang benar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad
ﷺ.

Baca Juga :

Nah, untuk mengetahui detail tatacara sesuai sunnah, yuks sama-sama kita hadiri Kajian Islami Ba’da Zuhur yang Insyaallah akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 10 Februari 2020 bertempat di Masjid Miftahul Ulum PPPPTK Bahasa Jakarta, undangan terbuka untuk umum.
Insyaallah kita akan belajar sama-sama dan sama-sama kita belajar.


  • -

Sejarah Umroh dan Haji

Category : Islam

Sejarah Umroh dan Haji

Hajj

Secara bahasa, umroh berarti berziarah atau mengunjungi. Secara syar`i, umroh adalah berziarah ke Baitullah/Mekkah dengan niat ihram, melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah, Sa’i di antara Shafa dan Marwah serta mencukur rambut kepala. Sejarah umroh tidak dapat dilepaskan dari asal muasal Nabi Muhammad melakukan ibadah haji untuk kali pertama. Pada tahun 6 Hijriyah Nabi Muhammad SAW melakukan ibadah haji bersama 1500 sahabatnya ke Makkah. Mereka berangkat mengenakan pakaian ihram (kain putih tanpa jahitan) dan membawa unta sebagai hewan Qurban. Namun perjalanan ibadah yang kali pertama ini tidak berhasil karena Nabi dan para sahabat dihadang oleh kaum Qurays di Hudaibiyah. Di tempat inilah kemudian Nabi dan kaum Quraysi melakukan perundingan Hudaibiyah.

Salah satu isi perjanjian Hudaibiyah sangat merugikan umat muslim yaitu kaum muslimin dilarang melakukan ibadah haji pada tahun itu dan bisa kembali tahun depan untuk melaksanakan ibadah haji dengan syarat tidak lebih dari 3 hari.
Karena perjanjian inilah kemudian Nabi Muhammad SAW beserta rombongan menunda perjalanan hajinya. Walaupun mendapat banyak protes dari para sahabat. Nabi berpendapat lain dan menyetujui perjanjian Hudaibiyah tersebut.

Pada tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 7 Hijriyah untuk pertama kalinya Nabi Muhammad SAW bersama 2000 orang dalam rombongannya melakukan umroh ke Baitullah. Nabi Muhammad SAW beserta rombongan para sahabat memasuki Ka`bah dan langsung melakukan thawaf,. Setelah melakukan thawaf 7 kali putaran mengelilingi Ka`bah, Rasulullah melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim As dan minum air zam-zam. Kemudian melakukan sa`i atau lari-lari kecil dari Shafa ke Marwah dan terakhir Nabi melakukan tahallul atau mencukur sebagian rambut.

Hingga kini, aktivitas Nabi Muhammad SAW saat pertama kali melakukan ibadah umroh menjadi rukun umroh yang berlaku bagi seluruh umat Islam.  Ihram berniat untuk melakukan umroh, melakukan thawaf dan sa`i.

Adapun hal yang wajib dilakukan saat umroh adalah melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut.

Sedangkan perbedaan umroh dengan ibadah haji adalah, umroh dapat dilakukan di sembarang waktu atau bulan dalam setahun tersebut sedangkan ibadah haji hanya dilakukan pada waktu tertentu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah. Ibadah umroh mirip dengan ibadah haji karena itu ibadah umroh sering disebut sebagai haji kecil.


Syarat Umroh

1. Beragama Islam baik wanita maupun laki-laki
2. Sudah baligh dan berakal
3. Merdeka
4. Memiliki kemampuan dalam hal ini bekal dan kendaraan
5. Adanya syarat untuk didampingi mahram bagi wanita yang ingin melakukan ibadah umroh.


Hal yang Harus Diketahui dari Umroh

  • Apabila meninggalkan rukun umroh yaitu ihram (berniat umroh), thawaf dan sa`i maka umrohnya tidak sah dan wajib diulangi.
  • Jika meninggalkan kewajiban umroh yaitu melakukan ihram ketika memasuki miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut, maka ibadah umroh tetap sah dan kesalahan tersebut bisa dibayar dengan DAM/denda .
  • Apabila melakukan jima` (berhubungan suami istri) sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing sebagaimana fatwa Ibnu Abbas Ra.

Baca Juga :

Umroh Dulu atau Haji Dulu

Haji wajib bagi muslim yang mampu, bahkan merupakan salah satu rukun Islam. Kewajiban umrah menuai perbedaan pendapat antar ulama meski yang lebih kuat adalah pendapat yang mewajibkan umrah.


Islam adalah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Allâh dan bahwa Muhammad Rasûlullâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji dan umrah, mandi junub, menyempurnakan wudhu dan puasa Ramadhan.


Baik, haji dan umrah hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu. Keduanya bisa dilakukan secara beriringan atau bersama-sama. Orang yang saat haji memilih cara tamattu’, dia akan memulai perjalanan hajinya dengan umrah, baru setelah itu menunaikan ibadah haji. Adapun yang memilih cara qiran, ia akan menggabungkan haji dan umrah sekaligus dalam satu ibadah.

Meski tidak ada aturan harus mendahulukan haji sebelum umrah, haji lebih tegas kewajibannya daripada umrah.


Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..” (QS. Ali Imran: 97).

LEVIDIO

Umroh Plus Turki

Video Promo


  • -

Jangan Berlebihan Dalam Cinta dan Benci

Category : Islam

Jangan Berlebihan Dalam Cinta dan Benci

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” [Al-Maidah 8]

“قال أمير المؤمنين عليه السلام: أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما وأبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما”

Ahbib habibaka haunan ma’asa an-yakuna baghidoka yauman ma wabghid baghidoka haunan ma ‘asa an-yakuna yauman ma

Cintailah kekasihmu sewajarnya saja (Jangan berlebihan) karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang paling kamu benci. Jika membenci, benci lah sewajarnya (jangan berlebihan) karena bisa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang paling kamu cintai .

Mencintai atau membenci sesuatu tak boleh berlebih-lebihan, karenanya biasa biasa saja, tetapi berikan ketenangan kepada yang engkau cintai itu maupun yang engkau benci. Jangan sampai karena kita amat membenci satu kaum, akhirnya kita justru menganiaya mereka secara keji / biadab, dan tak boleh pula karena sangat cintanya, kita melupakan Allah SWT.

Umar bin Al-Khaththab ra berkata, “Wahai Aslam, janganlah rasa cintamu berlebihan dan jangan sampai kebencianmu membinasakan.” Aslam berkata, “Bagaimana itu?” Umar radiallohu anhu berkata, “Jika engkau mencintai seseorang, janganlah berlebihan seperti halnya anak kecil yang menyenangi sesuatu dengan berlebihan. Jika engkau membenci seseorang, jangan sampai kebencian menimbulkan keinginan orang yang kamu benci celaka atau binasanya.”

Artikel Lainnya :