Jitsi Meet, Pendobrak Monopoli Konfrensi

Jitsi Meet, Pendobrak Monopoli Konfrensi

Anjuran untuk #DiRumahAja selama masa pandemi virus Covid-19, membuat kebutuhan aplikasi komunikasi video makin tinggi. Zoom saat ini mungkin telah menjadi yang paling dikenal, dengan jumlah lebih dari 200 juta pengguna hingga Maret lalu disusul dengan Google Meet dan Webex Cisco. Namun tahukah sahabat kalau ada alternatif lain yang tak kalah menarik seperti Jitsi Meet?

Meski sudah sangat umum digunakan, tak sedikit yang meragukan keamanan dari aplikasi video konferensi Zoom. Penyedia lainnya pun berbondong-bondong mengambil kesempatan dengan merilis fitur-fitur baru agar bisa bersaing untuk ikut digunakan masyarakat. Tak terkecuali Jitsi Meet.

Tampilan Jitsi Meet

Keamanan dan fleksibilitas adalah kunci utama yang ditawarkan oleh Jitsi. Dengan Jitsi Meet, panggilan video dienkripsi penuh, dan sepenuhnya gratis bahkan tidak memerlukan akun sama sekali. Jitsi Meet mengklaim mampu berikan kualitas audio lebih tinggi dengan bekerja sama oleh Optus. Menjadi open source, para developer aplikasi dapat memodifikasi serta kustomisasi platform ini secara bebas.

Fitur Jitsi Meet

Walaupun gratis dan tidak memerlukan akun bahkan aplikasi sekalipun (tetap bisa install kalau mau—Jitsi menyediakan aplikasi baik untuk smartphone Android, iOS, Windows PC, Mac, Ubuntu hingga Linux), Jitsi Meet versi browser sangat kaya akan fitur. Berbeda seperti Skype Meet Now yang baru saja dirilis, Jitsi Meet versi browser punya kelengkapan fitur yang setingkat dengan aplikasi.

Setiap panggilan video dapat diberikan short URL sehingga lebih mudah untuk dibagikan. Selain kolom chat, sahabat juga bisa membagikan tampilan layar komputer kepada peserta video conference lainnya. Jumlah partisipan terbatas hingga 75 orang—Jitsi menyebutkan maksimal 35 orang jika ingin kualitas tetap optimal.