Untuk Semua Yang Sedang "jatuh"

“Hai Ibrahim, ke mana engkau hendak pergi ?, apakah engkau meninggalkan kami sedang di lembah ini tidak terdapat seorang manusia pun dan tidak pula makanan apapun ?”. Yang demikian di ucapkan berkali-kali, namun Ibrahim tidak menoleh sama sekali, hingga akhirnya Hajar berkata, “Apakah Allah menyuruhmu melakukan ini?”. “Ya”, jawab Ibrahim. “Kalau begitu, kami tidak di sia-siakan”.

Setelah kepergian Nabi Ibrahim, Hajar tetap menyusui Ismail dan minum dari air yang tersedia sehingga ketika air yang ada dalam bejana itu sudah habis, maka ia dan juga puteranya merasa haus. Lalu Hajar melihat puteranya sedang dalam keadaan lemas. Kemudian ia pergi dan tidak tega melihat keadaan puteranya tersebut. Maka ia mendapatkan Shafa, merupakan bukit yang paling dekat dengannya. Lalu ia berdiri di atas bukti itu dan menghadap lembah sambil melihat-lihat, adakah orang di sana, tetapi ia tidak mendapatkan seorangpun. Setelah itu, ia turun kembali dari Shafa sehingga sampai ke tengah-tengah lembah. Hajar mengangkat bagian bawah bajunya dan kemudian berusaha keras sehingga ia berhasil melewati lembah. Lalu ia mendatangi Marwah dan berdiri di sana seraya melihat-lihat adakah orang di sana, namun ia tidak mendapat seorang pun di sana. Ia lakukan hal itu sampai TUJUH KALI.

Setelah mendekati Marwah, ia mendengar suara yang menyerukan “Diam”. Lalu Hajar mencari suara tersebut, hingga akhirnya ia berkata; “Aku telah mendengarmu, apakah engkau dapat memberikan bantuan ?”. Ternyata sumber suara tersebut berasal dari malaikat. Lalu malaikat itu mengais-ngais tanah hingga akhirnya muncul air. Selanjutnya, Siti Hajar pun mendatangi air tersebut dan mengisi bejananya dengan air dan kemudian menemui anaknya. Lalu malaikat berkata kepadanya, “Janganlah engkau takut di sia-siakan, karena di sini akan dibangun sebuah rumah oleh anak ini bersama dengan bapaknya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarga-Nya”.

Baca Juga :

Setiap HASIL perlu USAHA, setiap USAHA perlu PROSES, dan setiap PROSES perlu WAKTU dan DOA…

Sepertinya adalah tidak mungkin untuk mendapatkan air atau pun bantuan dari siapapun, tapi apa SITI HAJAR berhenti??, TIDAK!! Ia berjuang, berlari berusaha mencari air dan bantuan dari Shafa ke Marwah. Jatuh kemudian bangkit – terpuruk lagi, berjuang lagi – Gagal lagi, kemudian berlari lagi hingga TUJUH KALI. sampai akhirnya Ia mendapatkan keajaiban itu.

Gw, Lo dan semua kita bukanlah Siti Hajar, tapi paling tidak kita sama dengan nya. Tercipta dari tanah, fisik yang serupa dan berakal pula. Lantas alasan apa yang harus membuat kita menyerah??!! adalah MATI yang hanya dapat menghentikan langkah kita.

Kalau hari ini kita jatuh, terpuruk dan gagal. Bukan alasan kita untuk berhenti, melainkan titik balik untuk kembali berusaha, berjuang dan kembaili memulai.

Apapun hasilnya nanti, yang penting kita telah berusaha menjadi baik dan terbaik.

“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S At Thalaaq :2)

Isy kariman au wa mut syahidan ~~ hidup mulia atau dan mati syahid

bro n sis :: keep burn u’r spirit

eFeSPe-200410