Jangan Berlebihan Dalam Cinta dan Benci

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” [Al-Maidah 8]

“قال أمير المؤمنين عليه السلام: أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما وأبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما”

Ahbib habibaka haunan ma’asa an-yakuna baghidoka yauman ma wabghid baghidoka haunan ma ‘asa an-yakuna yauman ma

Cintailah kekasihmu sewajarnya saja (Jangan berlebihan) karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang paling kamu benci. Jika membenci, benci lah sewajarnya (jangan berlebihan) karena bisa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang paling kamu cintai .

Mencintai atau membenci sesuatu tak boleh berlebih-lebihan, karenanya biasa biasa saja, tetapi berikan ketenangan kepada yang engkau cintai itu maupun yang engkau benci. Jangan sampai karena kita amat membenci satu kaum, akhirnya kita justru menganiaya mereka secara keji / biadab, dan tak boleh pula karena sangat cintanya, kita melupakan Allah SWT.

Umar bin Al-Khaththab ra berkata, “Wahai Aslam, janganlah rasa cintamu berlebihan dan jangan sampai kebencianmu membinasakan.” Aslam berkata, “Bagaimana itu?” Umar radiallohu anhu berkata, “Jika engkau mencintai seseorang, janganlah berlebihan seperti halnya anak kecil yang menyenangi sesuatu dengan berlebihan. Jika engkau membenci seseorang, jangan sampai kebencian menimbulkan keinginan orang yang kamu benci celaka atau binasanya.”

Artikel Lainnya :